39
Hadits Tentang Puasa
1. Dari Ibnu Umar berkata: Aku mendengar
Rasulullah SAW. bersabda: Jika kamu melihat bulan maka berpuasalah dan jika
kamu melihat bulan maka berbukalah, dan jika terjadi mendung bagimu maka
perkirakanlah.
Ø
Keterangan: Melihat bulan yg di maksud adalah
permulaan Ramadhan/Syawal yg perlu berpuasa atau berbuka yaitu berhari raya
Idul-Fitri dengan makan dan minum serta dilarang berpuasa. Dan jika terjadi
mendung maka harus dipergunakan ilmu hisab/falak atau dengan menyempurnakan
bilangan bulan Sya’ban sebanyak 30 hari.
2. Dari Sahal bin Saad: Bahwa
Rasulullah SAW. bersabda: Senantiasa orang-orang (puasa) dalam kebaikan selama
mencepatkan berbuka
Ø
Keterangan: Cepat-cepat berbuka yg di maksud
jika waktunya telah masuk.
3. Dari Anas bin Malik berkata:
Rasulullah SAW. bersabda: Bersahurlah kamu maka sesungguhnya dalam bersahur
terdapat kebaikan (berkah).
4. Dari Aisyah berkata: Adalah Nabi
SAW. mencium dan memegang (Aisyah) sedangkan beliau dalam keadaan puasa, tetapi
beliau lebih kuat menahan nafsunya daripada kamu.
5. Dari Ibnu Abbas berkata: Bahwa
Nabi SAW. berbekam (Hijamah) ketika berihram dan berbekam ketika beliau
berpuasa.
6. Dari Abu Hurairah berkata:
Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa lupa (ketika berpuasa) lalu makan dan
minum, maka sempurnakanlah puasanya karena Allah telah memberikan padanya
makanan dan minuman.
7. Dari Aisyah dan Ummi Salamah,
telah memberitahukannya bahwa Rasulullah menjumpai fajar (adzan shubuh)
sedangkan beliau dalam keadaan junub, kemudian beliau mandi dan berpuasa.
8. Dari Aisyah bahwa Nabi SAW.
bersabda: Barang siapa wafat dengan meninggalkan puasa maka puasa itu wajib
digantikan oleh walinya.
Ø
Keterangan: Menurut mazhab Maliki bahwa hal
itu tidak ada puasa dan tidak ad fidiyah; sedangkan pengertian “wali” dalam
hadits tersebut ialah orang-orang terdekat dari familinya.
9. Dari Abu Said al-Khudri berkata:
Rasulullah SAW. bersabda: Seorang hamba yang berpuasa (sunnat) sehari di jalan
Allah maka ia akan dijauhkan mukanya pada hari itu dari neraka selama 70 musim.
1.
Dari
Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabada: Tidak dibenarkan seorang istri
berpuasa (sunnat) sedangkan suaminya ada (di rumah) kecuali dengan izinnya.
1.
Dari
Abi Said RA. berkata: Bahwa Nabi SAW. telah melarang berpuasa pada hari raya
Fitri dan hari raya Adha (kurban).
1.
Dari
Aisyah berkata: Adalah Rasulullah SAW. jika memasuki sepuluh (yaitu sepuluh yg
terakhir dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan tali sabuknya, menghidupkan
bulan Ramadhan (dengan ibadah) dan membamgunkan keluarganya.
Ø
Keterangan: Sepuluh yang terakhir yaitu
tanggal 20 Ramadhan ke atas.
1. Dari Ibnu Umar: Bahwa sebagian
dari sahabat-sahabat Nabi melihat (malam) laylatul qadar dalam mimpinya pada
malam tujuh yg terakhir (yaitu tanggal 27 Ramadhan), maka bersabdalah
Rasulullah SAW.: Aku pandang mimpimu itu benar pada malam tujuh yang
terakhir,maka barang siapa yg ingin mencarinya maka carilah pada malam tujuh yg
terakhir.
Ø
Keterangan: Sebagian ulama berpendapat bahwa
hal itu akan terjadi pada malam-malam bilangan ganjil pada 10 yg terakhir dalam
bulan Ramadhan yaitu tanggal 20 ke atas.
1. Dari Ibnu Umar berkata: Aku
mendengar Nabi SAW. bersabda: Jika malam tiba, siang telah tiada dan matahari
terbenam, maka berbukalah orang yg berpuasa.
1. Dari Aisyah: Kami diperintahkan
mengganti (qadha’) puasa (Ramadhan) dan tidak diperintahkan mengganti shalat.
Ø
Keterangan: Wanita-wanita yg keluar darah
haid dan nifas (sesudah bersalin) membatalkan puasanya, yg nantinya wajib di
qadha’ sesudah Ramadhan dengan tidak perlu mengqadha’ shalatnya yg ketinggalan
karena hal tersebut.
1. Dari Abu Hurairah RA. berkata:
Ketika kami duduk di samping Nabi SAW. maka datang seorang laki-laki kepada
Nabi, lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku celaka. Nabi bersabda: Apa yg telah
menimpamu. (Orang laki-laki) itu berkata: Aku bersenggama pada istriku sedangkan
aku dalam keadaan puasa (bulan Ramadhan). Maka Rasulullah SAW. bersabda: Apakah
kamu mendapati untuk memerdekakan budak. Laki-laki itu menjawab: Tidak, Beliau
bersabda: Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut. Laki-laki itu
menjawab: Tidak. Maka beliau bersabda: Apakah kamu mendapati makanan untuk di
berikan pada 60 orang miskin. Laki-laki itu menjawab: Tidak. Lalu Nabi SAW.
diam. Demikian pula kami. Setelah itu diserahkan oleh Nabi SAW. padanya berupa
kurma sebanyak satu tong kayu. Beliau bersabda: Di mana orang yg bertanya.
Laki-laki itu menjawab: Saya. Beliau bersabda: Ambilah lalu sedekahkanlah
dengannya. Laki-laki itu menjawab: Apakah kepada orang yg lebih miskin dari
saya, wahai Rasulullah. Demi Allah tidak ada di antara penduduk desa ini yg
lebih membutuhkannya (lebih miskin) daripada keluargaku. Nabi SAW. tertawa
sehingga kelihatan giginya. Kemudian beliau bersabda: Pergilah dan berikanlah
kepada keluargamu.
Ø Keterangan:
Bersenggama
dengan istri membatalkan puasa sehingga bagi yg melanggar di wajibkan membayar
denda (kafarat) seperti tersebut di atas, dan jika berbentuk makanan kepada 60
orang miskin sebanyak 31/4 liter.
1. Dari Aisyah: Aku tidak melihat
Rasulullah SAW. menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan, dan
aku tidak melihatnya dalam bulan-bulan yg lain yg lebih banyak berpuasa selain
pada bulan Sya’ban.
1. Dari Abu Hurairah, bahwa
Rasulullah SAW. bersabda: Puasa itu sebagai pendinding, maka orang yg bepuasa
dilarang dilarang berkata keji atau seperti perkataan orang bodoh, dan jika seseorang
akan membunuhnya atau memakinya maka katakanlah: Saya puasa,saya puasa. Demi
zat yg jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh bau busuk mulut orang yg berpuasa
lebih harum di sisi Allah dari bau busuk misik atau kasturi, yg ia meninggalkan
makan, minum dan nafsu syahwatnya untuk Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan
Akulah yg akan memberikan ganjarannya, dan kebaikan itu dengan 10 kalinya.
1. Dari Sahal dari Nabi SAW.
bersabda: Sesungguhnya di surga ada pintu bernama Rayyan yg akan di masuki oleh
orang-orang yg berpuasa pada hari kiamat dan tidak boleh di masuki oleh
orang-orang selain mereka. Di katakan: Dimanakah orang-orang yg berpuasa itu?
Maka mereka berdiri, yg tidak di masuki oleh orang-orang selain mereka. Ketika
mereka masuk lalu di tutuplah pintunya yg tidak akan masuk seseorang (yg lain)
kedalamnya.
2. Dari Abu Hurairah, bahwa
Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa berbelanja (bersedekah) dua orang pada
jalan Allah maka akan di panggil dari pintu-pintu surga: Wahai hamba Allah,
inilah kebaikan. Barang siapa banyak shalatnya ia akan di panggil dari pintu
shalat. Barang siapa banyak jihadnya (kebaikannya di jalan Allah) ia akan di
panggil dari pintu jihad. Barang siapa banyak puasanya ia akan di panggil dari
pintu Rayyan, dan barang siapa banyak sedekahnya ia akan di panggil dari pintu
sedekah. Maka berkatalah Abu Bakar RA.: Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu
ya Rasulullah. Tidakah pangilan dari pintu-pintu itu ada kesulitan? Apakah
seseorang di panggil dari pintu-pintu itu semuanya? Nabi menjawab: Ya, dan aku
harapkan engkau termasuk di antara mereka.
2. Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW. bersabda:
Jika datang bulan Ramadhan di bukalah pintu-pintu surga.
2. Dari Abu Hurairah: Rasulullah
SAW. bersabda: Jika bulan Ramadhan telah masuk, maka dibukalah pintu-pintu
langit, pintu-pintu neraka jahanam’ di tutup dan setan-setan di belenggu.
2. Dari Abu Hurairah: Rasulullah
SAW. bersabda: Barang siapa mendirikan Ramadhan (dengan ibadah/kebaikan) karena
iman dan mengharap-harap pahal, maka di ampunilah dosa-dosanya (yg kecil) yg
telah lalu.
2. Dari Abu Hurairah: Rasulullah
SAW. bersabda: Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap-harap
pahala maka di ampunilah dosa-dosanya (yg kecil) yg telah lalu.
2. Dari Abu Hurairah: Rasulullah
SAW. bersabda: Bagi orang yg berpuasa ada dua kegembiraan: Jika berbuka, akan
gembira, dan jika bertemu Tuhannya ia akan senang dengan ganjaran puasanya.
2. Dari Ummi Salamah bahwa Nabi
SAW.berjanji tidak mengumpuli istri-istrinya selama sebulan (Ramadhan), maka
telah berlangsung 29 hari, pada siang hari dan sore harinya itu maka dikatakan
Nabi: Sesungguhnya tuan berjanji tidak akan mengumpuli istri sebulan. Maka Nabi
bersabda: Sesungguhnya bulan itu ada yg 29 hari.
2. Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW.
bersabda: Kami ummat yg buta huruf, tidak dapat menulis ataupun menghitung;
bulan itu begini dan begini. Yaitu kadang-kadang 29 hari dan kadang-kadang 30
hari.
2. Dari Zaid bin Tsabit berkata:
Kami bersahur bersama Nabi SAW. kemudian beliau bershalat. Maka aku bertanya:
Berapakah lama antara adzan dan shaur beliau itu? Di jawab: Kira-kira bacaan 50
ayat Al-Qur’an.
2. Dari Aisyah bahwa Hamzah bin Amr
Al-Aslami berkata: Baiklah aku berpuasa ketika berpergian? Dan ia suka puasa .
Maka Nabi bersabda: Jika engkau suka maka puasalah dan jika engkau suka makan
maka berbukalah.
3. Bahwa Rasulullah SAW. pergi ke
Mekkah dalam bulan Ramadhan dalam keadaan puasa. Ketika sampai di Kadid ia
berbuka, maka berbukalah orang banyak.
3. Dari Jabir bin Abdullah berkata:
Adalah Rasulullah SAW. ketika berpergian melihat orang banyak dan seorang
laki-laki di payungi. Maka Nabi bertanya: Apakah ini? Mereka menjawab: Orang
berpuasa. Nabi Bersabda: Tidak baik berpuasa dalam berpergian.
3. Dari Anas bin Malik berkata: Kami
berpergian bersama Nabi SAW. maka tidaklah mencela orang yg berpuasa atas orang
yg berbuka dan tidaklah orang yg berbuka mencela atas orang yg berpuasa.
3. Dari Abu Said bahwa ia mendengar
Nabi SAW. bersabda: Janganlah kamu menyambung puasa, maka siapa saja diantaramu
ingin menyambungnya maka sambunglah hingga shaur.
3. Dari Abu Hurairah berkata: Nabi
SAW. melarang menyambung puasa.
3. Dari Aisyah: Rasulullah SAW.
bersabda: Laksanakanlah perbuatan (Kebaikan) itu sekuatmu maka sesungguhnya
Allah tidaklah bosan hingga kamu bosan sendiri (terhadap perbuatan itu).
3. Dari Abdullah bin Amr: Rasulullah
SAW. bersabda: Tidak ada puasa bagi yg puasa selamanya. Diucapkan dua kali oleh
Nabi.
3. Dari Jabir bahwa ia di tanya:
Apakah Rasulullah SAW. melarang puasa (sunnat) pada hari Jum’at? Ia menjawab:
Ya.
3. Dari Juwairiyah binti Harits:
Bahwa Nabi SAW. datang kerumahnya pada hari Jum’at ketika (Juwairiyah)
berpuasa.Nabi bersabda:Apakah engkau puasa kemarin? Ia menjawab: Tidak. Nabi
bersabda: Apakah engkau akan puasa besok? Ia menjawab: Tidak. Nabi menyatakan:
Berbukalah engkau.
3. Dari Aisyah dan Ibnu Umar,
keduanya berkata: Tidaklah dibenarkan pada hari-hari Tasyriq untuk puasa
kecuali bagi yg tidak mempunyai korban.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar