Selasa, 02 Juli 2013

39 Hadits Tentang Puasa


39 Hadits Tentang Puasa

1.     Dari Ibnu Umar berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda: Jika kamu melihat bulan maka berpuasalah dan jika kamu melihat bulan maka berbukalah, dan jika terjadi mendung bagimu maka perkirakanlah.
Ø  Keterangan: Melihat bulan yg di maksud adalah permulaan Ramadhan/Syawal yg perlu berpuasa atau berbuka yaitu berhari raya Idul-Fitri dengan makan dan minum serta dilarang berpuasa. Dan jika terjadi mendung maka harus dipergunakan ilmu hisab/falak atau dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya’ban sebanyak 30 hari.
2.     Dari Sahal bin Saad: Bahwa Rasulullah SAW. bersabda: Senantiasa orang-orang (puasa) dalam kebaikan selama mencepatkan berbuka
Ø  Keterangan: Cepat-cepat berbuka yg di maksud jika waktunya telah masuk.
3.     Dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah SAW. bersabda: Bersahurlah kamu maka sesungguhnya dalam bersahur terdapat kebaikan (berkah).
4.     Dari Aisyah berkata: Adalah Nabi SAW. mencium dan memegang (Aisyah) sedangkan beliau dalam keadaan puasa, tetapi beliau lebih kuat menahan nafsunya daripada kamu.
5.     Dari Ibnu Abbas berkata: Bahwa Nabi SAW. berbekam (Hijamah) ketika berihram dan berbekam ketika beliau berpuasa.
6.     Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa lupa (ketika berpuasa) lalu makan dan minum, maka sempurnakanlah puasanya karena Allah telah memberikan padanya makanan dan minuman.
7.     Dari Aisyah dan Ummi Salamah, telah memberitahukannya bahwa Rasulullah menjumpai fajar (adzan shubuh) sedangkan beliau dalam keadaan junub, kemudian beliau mandi dan berpuasa.
8.     Dari Aisyah bahwa Nabi SAW. bersabda: Barang siapa wafat dengan meninggalkan puasa maka puasa itu wajib digantikan oleh walinya.
Ø  Keterangan: Menurut mazhab Maliki bahwa hal itu tidak ada puasa dan tidak ad fidiyah; sedangkan pengertian “wali” dalam hadits tersebut ialah orang-orang terdekat dari familinya.
9.     Dari Abu Said al-Khudri berkata: Rasulullah SAW. bersabda: Seorang hamba yang berpuasa (sunnat) sehari di jalan Allah maka ia akan dijauhkan mukanya pada hari itu dari neraka selama 70 musim.
1.                        Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabada: Tidak dibenarkan seorang istri berpuasa (sunnat) sedangkan suaminya ada (di rumah) kecuali dengan izinnya.
1.                        Dari Abi Said RA. berkata: Bahwa Nabi SAW. telah melarang berpuasa pada hari raya Fitri dan hari raya Adha (kurban).
1.                        Dari Aisyah berkata: Adalah Rasulullah SAW. jika memasuki sepuluh (yaitu sepuluh yg terakhir dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan tali sabuknya, menghidupkan bulan Ramadhan (dengan ibadah) dan membamgunkan keluarganya.
Ø  Keterangan: Sepuluh yang terakhir yaitu tanggal 20 Ramadhan ke atas.
1.  Dari Ibnu Umar: Bahwa sebagian dari sahabat-sahabat Nabi melihat (malam) laylatul qadar dalam mimpinya pada malam tujuh yg terakhir (yaitu tanggal 27 Ramadhan), maka bersabdalah Rasulullah SAW.: Aku pandang mimpimu itu benar pada malam tujuh yang terakhir,maka barang siapa yg ingin mencarinya maka carilah pada malam tujuh yg terakhir.
Ø  Keterangan: Sebagian ulama berpendapat bahwa hal itu akan terjadi pada malam-malam bilangan ganjil pada 10 yg terakhir dalam bulan Ramadhan yaitu tanggal 20 ke atas.
1.  Dari Ibnu Umar berkata: Aku mendengar Nabi SAW. bersabda: Jika malam tiba, siang telah tiada dan matahari terbenam, maka berbukalah orang yg berpuasa.
1.  Dari Aisyah: Kami diperintahkan mengganti (qadha’) puasa (Ramadhan) dan tidak diperintahkan mengganti shalat.
Ø  Keterangan: Wanita-wanita yg keluar darah haid dan nifas (sesudah bersalin) membatalkan puasanya, yg nantinya wajib di qadha’ sesudah Ramadhan dengan tidak perlu mengqadha’ shalatnya yg ketinggalan karena hal tersebut.
1.  Dari Abu Hurairah RA. berkata: Ketika kami duduk di samping Nabi SAW. maka datang seorang laki-laki kepada Nabi, lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku celaka. Nabi bersabda: Apa yg telah menimpamu. (Orang laki-laki) itu berkata: Aku bersenggama pada istriku sedangkan aku dalam keadaan puasa (bulan Ramadhan). Maka Rasulullah SAW. bersabda: Apakah kamu mendapati untuk memerdekakan budak. Laki-laki itu menjawab: Tidak, Beliau bersabda: Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut. Laki-laki itu menjawab: Tidak. Maka beliau bersabda: Apakah kamu mendapati makanan untuk di berikan pada 60 orang miskin. Laki-laki itu menjawab: Tidak. Lalu Nabi SAW. diam. Demikian pula kami. Setelah itu diserahkan oleh Nabi SAW. padanya berupa kurma sebanyak satu tong kayu. Beliau bersabda: Di mana orang yg bertanya. Laki-laki itu menjawab: Saya. Beliau bersabda: Ambilah lalu sedekahkanlah dengannya. Laki-laki itu menjawab: Apakah kepada orang yg lebih miskin dari saya, wahai Rasulullah. Demi Allah tidak ada di antara penduduk desa ini yg lebih membutuhkannya (lebih miskin) daripada keluargaku. Nabi SAW. tertawa sehingga kelihatan giginya. Kemudian beliau bersabda: Pergilah dan berikanlah kepada keluargamu.
Ø  Keterangan: Bersenggama dengan istri membatalkan puasa sehingga bagi yg melanggar di wajibkan membayar denda (kafarat) seperti tersebut di atas, dan jika berbentuk makanan kepada 60 orang miskin sebanyak 31/4 liter.
1.  Dari Aisyah: Aku tidak melihat Rasulullah SAW. menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan, dan aku tidak melihatnya dalam bulan-bulan yg lain yg lebih banyak berpuasa selain pada bulan Sya’ban.
1.  Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW. bersabda: Puasa itu sebagai pendinding, maka orang yg bepuasa dilarang dilarang berkata keji atau seperti perkataan orang bodoh, dan jika seseorang akan membunuhnya atau memakinya maka katakanlah: Saya puasa,saya puasa. Demi zat yg jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh bau busuk mulut orang yg berpuasa lebih harum di sisi Allah dari bau busuk misik atau kasturi, yg ia meninggalkan makan, minum dan nafsu syahwatnya untuk Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan Akulah yg akan memberikan ganjarannya, dan kebaikan itu dengan 10 kalinya.
1.  Dari Sahal dari Nabi SAW. bersabda: Sesungguhnya di surga ada pintu bernama Rayyan yg akan di masuki oleh orang-orang yg berpuasa pada hari kiamat dan tidak boleh di masuki oleh orang-orang selain mereka. Di katakan: Dimanakah orang-orang yg berpuasa itu? Maka mereka berdiri, yg tidak di masuki oleh orang-orang selain mereka. Ketika mereka masuk lalu di tutuplah pintunya yg tidak akan masuk seseorang (yg lain) kedalamnya.
2.  Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa berbelanja (bersedekah) dua orang pada jalan Allah maka akan di panggil dari pintu-pintu surga: Wahai hamba Allah, inilah kebaikan. Barang siapa banyak shalatnya ia akan di panggil dari pintu shalat. Barang siapa banyak jihadnya (kebaikannya di jalan Allah) ia akan di panggil dari pintu jihad. Barang siapa banyak puasanya ia akan di panggil dari pintu Rayyan, dan barang siapa banyak sedekahnya ia akan di panggil dari pintu sedekah. Maka berkatalah Abu Bakar RA.: Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu ya Rasulullah. Tidakah pangilan dari pintu-pintu itu ada kesulitan? Apakah seseorang di panggil dari pintu-pintu itu semuanya? Nabi menjawab: Ya, dan aku harapkan engkau termasuk di antara mereka.
2.  Dari Abu  Hurairah berkata: Rasulullah SAW. bersabda: Jika datang bulan Ramadhan di bukalah pintu-pintu surga.
2.  Dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW. bersabda: Jika bulan Ramadhan telah masuk, maka dibukalah pintu-pintu langit, pintu-pintu neraka jahanam’ di tutup dan setan-setan di belenggu.
2.  Dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa mendirikan Ramadhan (dengan ibadah/kebaikan) karena iman dan mengharap-harap pahal, maka di ampunilah dosa-dosanya (yg kecil) yg telah lalu.
2.  Dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap-harap pahala maka di ampunilah dosa-dosanya (yg kecil) yg telah lalu.
2.  Dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW. bersabda: Bagi orang yg berpuasa ada dua kegembiraan: Jika berbuka, akan gembira, dan jika bertemu Tuhannya ia akan senang dengan ganjaran puasanya.
2.  Dari Ummi Salamah bahwa Nabi SAW.berjanji tidak mengumpuli istri-istrinya selama sebulan (Ramadhan), maka telah berlangsung 29 hari, pada siang hari dan sore harinya itu maka dikatakan Nabi: Sesungguhnya tuan berjanji tidak akan mengumpuli istri sebulan. Maka Nabi bersabda: Sesungguhnya bulan itu ada yg 29 hari.
2.  Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW. bersabda: Kami ummat yg buta huruf, tidak dapat menulis ataupun menghitung; bulan itu begini dan begini. Yaitu kadang-kadang 29 hari dan kadang-kadang 30 hari.
2.  Dari Zaid bin Tsabit berkata: Kami bersahur bersama Nabi SAW. kemudian beliau bershalat. Maka aku bertanya: Berapakah lama antara adzan dan shaur beliau itu? Di jawab: Kira-kira bacaan 50 ayat Al-Qur’an.
2.  Dari Aisyah bahwa Hamzah bin Amr Al-Aslami berkata: Baiklah aku berpuasa ketika berpergian? Dan ia suka puasa . Maka Nabi bersabda: Jika engkau suka maka puasalah dan jika engkau suka makan maka berbukalah.
3.  Bahwa Rasulullah SAW. pergi ke Mekkah dalam bulan Ramadhan dalam keadaan puasa. Ketika sampai di Kadid ia berbuka, maka berbukalah orang banyak.
3.  Dari Jabir bin Abdullah berkata: Adalah Rasulullah SAW. ketika berpergian melihat orang banyak dan seorang laki-laki di payungi. Maka Nabi bertanya: Apakah ini? Mereka menjawab: Orang berpuasa. Nabi Bersabda: Tidak baik berpuasa dalam berpergian.
3.  Dari Anas bin Malik berkata: Kami berpergian bersama Nabi SAW. maka tidaklah mencela orang yg berpuasa atas orang yg berbuka dan tidaklah orang yg berbuka mencela atas orang yg berpuasa.
3.  Dari Abu Said bahwa ia mendengar Nabi SAW. bersabda: Janganlah kamu menyambung puasa, maka siapa saja diantaramu ingin menyambungnya maka sambunglah hingga shaur.
3.  Dari Abu Hurairah berkata: Nabi SAW. melarang menyambung puasa.
3.  Dari Aisyah: Rasulullah SAW. bersabda: Laksanakanlah perbuatan (Kebaikan) itu sekuatmu maka sesungguhnya Allah tidaklah bosan hingga kamu bosan sendiri (terhadap perbuatan itu).
3.  Dari Abdullah bin Amr: Rasulullah SAW. bersabda: Tidak ada puasa bagi yg puasa selamanya. Diucapkan dua kali oleh Nabi.
3.  Dari Jabir bahwa ia di tanya: Apakah Rasulullah SAW. melarang puasa (sunnat) pada hari Jum’at? Ia menjawab: Ya.
3.  Dari Juwairiyah binti Harits: Bahwa Nabi SAW. datang kerumahnya pada hari Jum’at ketika (Juwairiyah) berpuasa.Nabi bersabda:Apakah engkau puasa kemarin? Ia menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Apakah engkau akan puasa besok? Ia menjawab: Tidak. Nabi menyatakan: Berbukalah engkau.
3.  Dari Aisyah dan Ibnu Umar, keduanya berkata: Tidaklah dibenarkan pada hari-hari Tasyriq untuk puasa kecuali bagi yg tidak mempunyai korban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar